Sobat Finplan, ada yang ikutin berita di media daring atau televisi? Semuanya cukup ramai memberitakan harga sembako dan bahan pangan lainnya yang naik menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sebenarnya, kasus lonjakan harga seperti saat ini lumrah terjadi, apalagi jika mendekati hari raya keagamaan. Lalu, apa sebenarnya dalang dibalik kenaikan harga sembako?
3 Faktor Penyebab Lonjakan Pada Harga Sembako
Bahan pokok seperti sembako, sayur-mayur, telur, atau daging-dagingan merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi setiap hari. Tetapi, menjelang hari besar seperti Natal, Idul Fitri, dan hari besar lainnya, kebutuhan tersebut permintaannya akan naik melebihi permintaan di hari biasa. Nah, hal tersebut menjadi salah satu penyebab harga bahan pangan jadi tidak stabil.
Selain itu, ada dua faktor lain yang memengaruhi perubahan harga sembako dan bahan lain menjadi begitu mahal. Seperti dalam laman IDX Channel, para ekonom menjelaskan bahwa cuaca yang ideal merupakan salah satu komponen yang menjadi kunci stabilitas komoditas.
Ketika cuaca buruk melanda Indonesia, sayuran atau buah yang harus dipanen kondisinya tidak memungkinkan untuk dijual. Alhasil, produksi barang menjadi tersendat ditengah kebutuhan pasar yang merangkak naik.

Sumber: Unsplash
Alasan kedua menurut para ekonom ialah harga pakan jagung yang juga mahal. Kamu pasti pernah berpikir mengapa harga telur ayam naiknya bikin pusing pedagang dan pembeli. Salah satunya karena hal ini, Sobat Finplan. Pakan ayam ternak berupa jagung ini bisa sangat tidak terjangkau, sehingga para peternak juga resah dan sulit mendapat pakan jagung yang murah.
Solusi Hemat Kala Harga Sembako Meningkat
Menghindari kenaikan harga sembako memang sulit ya, Sobat Finplan. Selain upaya dari pemerintah, konsumen pun harus mengambil langkah cermat untuk tetap bertahan di tengah lonjakan harga barang. Caranya? Dengan berhemat!
Lalu, maksud dari berhemat di sini apa ya? Mengutip dari laman Okezone, inilah solusi yang kamu perlukan saat ini.
1. Kurangi Belanja yang Tidak Perlu

Sumber: Unsplash
Sepertinya, kamu perlu menerapkan cara ini setiap saat, bahkan ketika harga barang sedang stabil. Mulai sekarang, jangan sering-sering cuci mata di mal dan cek aplikasi belanja daring secara berkala. Tanamkan prinsip bahwa keinginan impulsif akan suatu barang cenderung bukan kebutuhan penting. Dahulukan yang memang kamu butuhkan di setiap harinya.
Baca juga: Apa Saja Pengeluaran Rumah Tangga yang Bisa Dihemat?
2. Mengurangi Anggaran Tabungan dan Investasi

Sumber: Unsplash
Rasanya memang agak berat untuk yang biasa melakukan kedua aktivitas tersebut. Terlebih sudah secara teratur memasang anggaran yang sama di tiap bulan atau bahkan yang baru mulai menaikkan nominal.
Tapi, cara ini ramah untukmu yang sedang berhemat demi menambah anggaran belanja kebutuhan harian. Bisa juga lho dengan menggunakan listrik secara bijak agar tagihannya lebih rendah.
3. Belanja di Pasar Tradisional

Sumber: Unsplash
Siapa di antara Sobat Finplan yang biasa belanja di swalayan? Kalo lagi mode berhemat, kamu bisa coba untuk belanja di pasar tradisional. Kualitasnya bagus, tapi harganya lebih miring.
Namun, ketika kamu tetap ingin belanja di swalayan, usahakan untuk melakukan perbandingan harga dari merek satu dengan yang lainnya. Ada kok merek yang punya keunggulan bagus tapi harganya lebih cocok dengan kocekmu.
4. Menanam Aneka Tanaman Bumbu Dapur

Sumber: Unsplash
Semenjak pandemi, bercocok tanam menjadi tren tersendiri. Selain ampuh menghilangkan stres, kegiatan tersebut bisa membawa hawa sejuk dan membuat halaman rumah semakin cantik.
Selagi menanam tanaman hias, kenapa nggak mulai bercocok tanam berbagai tanaman bumbu dapur seperti jahe, cabai, atau sayuran lainnya? Kalau kamu bingung mulainya gimana, carilah referensi melalui buku atau sumber di internet. Pengeluaranmu jadi lebih irit karena tinggal memetik bumbu dapur yang diperlukan dan tanpa ongkos jalan ke pasar.
5. Membuat Rencana Menu Harian

Sumber: Unsplash
Cara hemat yang terakhir adalah merancang menu harian atau untuk tiga hari kedepan. Dengan begitu, kamu bisa terbayang akan membeli bahan dan bumbu dapur apa saja di pasar.
Perencanaan ini juga menghindari kamu untuk tidak asal membeli bahan makanan yang mungkin tidak digunakan. Metode ini juga tepat untuk mencoba berbagai variasi makanan yang sesuai dompetmu. Semisal harga daging ayam sedang naik, kamu bisa menggantinya dengan sumber protein hewani lainnya seperti ikan.
Kalau kamu masih bingung mengatur dana anggaran, Media Finplan punya banyak informasi soal perencanaan keuangan, mulai dari dana darurat, anggaran rumah tangga, dan lain sebagainya. Cek juga ya Instagram Finplan di @finplan.id untuk edukasi singkat seputar finance dan investasi.
Akhir kata, semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikelnya ke kerabatmu, ya!