“Apa diversifikasi portofolio penting buat investor pemula? Apakah perlu dana yang besar biar portofolio bisa didiversifikasi?”

Akhir-akhir ini memang banyak orang yang memutuskan untuk jadi seorang investor dan mulai berinvestasi. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyatakan bahwa sampai akhir Mei 2022 jumlah Investor di pasar modal naik sekitar 18% dari tahun lalu. Naiknya jumlah investor pasti nggak jauh-jauh dari banyaknya orang yang sudah benar-benar “melek” finansial dan pastinya takut rugi karena inflasi. Apalagi pandemi yang belum kelihatan ujungnya dan adanya kemungkinan resesi yang akan melanda Indonesia.
Memantapkan hati dan diri untuk menjadi investor sejati memang tidak mudah. Ketika mulai masuk ke dunia investasi, investor pemula umumnya bingung dan mencoba untuk Learning by Doing agar bisa memahami makna investasi lebih dalam. Beberapa orang juga menggunakan cara yang cukup ekstrim seperti Trial and Error.
Investor Pemula dan Jenis Investasinya
Berbicara tentang investasi dan investor, pikiran orang-orang awam pasti akan langsung tertuju ke arah saham. Yap, hal ini memang nggak bisa lepas, karena ada banyak orang maupun komunitas yang membahas tentang investasi saham beberapa tahun belakangan ini. Padahal investasi nggak hanya tentang saham. Investor pemula dapat memilih berbagai jenis investasi selain saham. Banyak orang yang mengincar saham karena saham bisa menandakan seseorang sebagai pemilik sebuah perusahaan meskipun hanya membeli 1 Lot saham. Tentu banyak orang yang pada akhirnya mulai mengincar saham sebagai investasi pertamanya.
Para investor pemula memiliki kebiasaan yaitu hanya berfokus pada satu atau dua saham yang dianggap paling menjanjikan. Sambil belajar investasi yang lain, mereka terus menabung di saham yang itu-itu aja. Investor Pemula cenderung merasa khawatir dan takut rugi ketika nilai saham tiba-tiba turun. Nggak jarang para investor pemula akhirnya cut loss untuk menghilangkan rasa khawatir dan takut.
Para investor pemula bisa melakukan diversifikasi portofolio sebagai salah satu cara ampuh untuk mengurangi risiko kerugian investasi. Cara ini memang tidak mudah, tapi investor pemula tetap bisa melakukannya.
Eits, Tenang! “Tidak mudah” itu nggak sama dengan “tidak bisa” lho ya!
Alasan Perlunya Diversifikasi Portofolio
Divesifikasi portofolio sudah cukup terkenal di kalangan investor senior sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko kerugian dari investasi. Diversifikasi portofolio adalah suatu cara membagi portofolio investasi ke berbagai jenis dan produk investasi yang ada. Diversifikasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian dari investasi apabila nilai salah satu produk investasi sedang menurun. Misalkan membagi portofolio investasi ke dalam beberapa jenis, seperti saham, reksa dana, obligasi, peer to peer lending, dan emas.
Lalu, bagaimana dengan para pemula?
pengalaman seorang investor bukan tolak ukur apakah diversifikasi bisa dilakukan atau tidak. Asalkan Ia mengerti setiap jenis investasinya, maka diversifikasi bisa dilakukan. Jadi bukan suatu masalah kalau investor pemula mau mendiversifikasikan portofolionya selama mereka memahami produk investasi lain yang akan digunakan. Modal investasi tidak menjadi pertimbangan untuk mendiversifikasi portofolio seorang investor. Tidak masalah jika mulai mendiversifikasi portofolio meski modal kecil, yang penting konsistensi dalam proses investasinya.
Melihat berapa banyak tujuan keuangan yang ingin dicapai juga bisa dijadikan pertimbangan dalam mendiversifikasi portofolio para investor. Jika tujuan keuangan yang dimiliki cukup banyak, maka diversifikasi jadi langkah yang tepat untuk dilakukan.
Diversifikasi juga memberikan ketenangan bagi investor. Apa maksudnya?
Ya, dengan melakukan diversifikasi portofolio, investor tidak perlu khawatir dan bisa tetap tenang jika salah satu produk investasinya sedang menurun. Ini disebabkan karena bisa jadi investasi di produk yang lain tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung naik. Sehingga secara keseluruhan, dana yang diinvestasikan belum tentu benar-benar berkurang.
Lakukan Diversifikasi Portofolio yang Tepat
Investor pemula yang ingin mendiversifikasikan portofolionya harus melakukannya dengan cara yang tepat. Bagaimana caranya? Cara paling mudah adalah dengan melihat dan memahami profil risiko investasi diri sendiri.
Sudah paham apa itu profil risiko investasi dan pentingnya dalam investasi? Cek disini
Usahakan untuk menyesuaikan diversifikasi portofolio dengan karaktermu dalam berinvestasi. Ibaratkan memilih sepatu, tentu harus sesuai dengan ukuran kaki dan juga jenis permukaan yang akan dipijak. Catatan kecil untuk para investor pemula yang memutuskan untuk mendiversifikasi portofolio investasinya adalah untuk lebih konsisten dalam berinvestasi. Kalau belum bisa disiplin dan konsisten untuk menyisihkan uang investasi, lebih baik gunakan fitur penarikan otomatis atau autodebet. Gunakan cara investasi paling mudah dan cocok untuk pemula seperti DCA atau Dollar Cost Averaging. Ingat! Jangan sampai mempersulit diri sendiri, ya!